Selasa, 28 Mei 2013

:)

Saya tau ini belumlah berganti tanggal dan hari,
tapi daripada saya tertidur dan terlewatkan untuk mengucapkannya, maka sekarang saja ya :)

selamat bertambah usia,
semoga selalu berada dalam lindungan ALLAH dan semakin menjadi hamba yang dicintaiNya.
sehat selalu,
menjadi pribadi yang semakin baik dari sebelumnya, selalu menjadi kebanggan keluarga,
dipermudah segala urusan dan segera diijabah ALLAH do'a yang selalu dipanjatkan selama ini.,

aamiin
dan semoga diberikan kekuatan disaat jauh dari keluarga saat ini,
nikmatilah ketika diberi jarak untuk jauh sementara dari yang dicintai, karena kelak akan membawa segudang rindu untuk dibagi :)

selamat,ya ^^

Senin, 27 Mei 2013

menahan Rindu?

Bu,
kapan terakhir Ibu mengelus kepala anak perempuan ibu ini?
kapan terakhir kita saling berpelukan?
kapan terakhir kita duduk santai bercerita dan saling mendengarkan?
kapan terakhir aku bermanja,Bu?

aku, lupa kapan kita pernah melakukannya, Bu.

Padahal waktu bertemu kita selalu penuh ya, Bu.
Tapi kenapa aku tidak bisa merasakan seperti teman-teman ku rasakan,Bu?
Mereka yang saling berpelukan, mereka yang saling berbagi cerita dan mendengarkan, mereka yang tak sungkan memberi dan membalas kecupan, dan hal yang menyenangkan antara ibu dan anak perempuannya.

Tapi aku tidak bisa menuntut itu ya,Bu. Jikalau pola keluarga sudah begini adanya.
Aku hanya harus belajar untuk menghadirkan rasa syukur lebih ekstra lagi, Bu.
Atas ALLAH yang masih memberikan waktu untuk saling menatap dan untuk selalu terus berdoa dalam setiap pertemuan sujud dengan Yang Maha Segalanya.

Tapi, boleh Bu, sesekali aku merasakan apa yang mereka rasakan?^^
Maaf anakmu yang egois ini, Bu.

Sabtu, 25 Mei 2013

di Dunia pararel, kemaren dia berkata Ya.
dan saat ini kita saling sedang bersama, Bahagia...
Aku cuma sedang kebagian Episode menjadi dewasa, dan
belajar ikhlas dengan apa yang ada.
|dunia kan bukan hanya tentang kita

Selasa, 30 April 2013

"Puisi Pak Habibie untuk Almh. Ibu Ainun"


 :

Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.
Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya,
dan kematian adalah sesuatu yang pasti,
dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu.

Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat,
adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja,
lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,
hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.
Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang,
pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada,
aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.
Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,

tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik.
mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,
tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia, kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan,
Kau dari-Nya,
dan kembali pada-Nya,
kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

selamat jalan sayang,
cahaya mataku,
penyejuk jiwaku,
selamat jalan,
calon bidadari surgaku .

Hujan dan Pawangnya


Rindu.
Sudah saatnya rindu itu dimulai.
Tidak selamanya kau berada, karena  kau tidak selalu  diturunkan Tuhan.
Tapi tenang, aku akan menunggu-mu dalam rindu karena kita akan kembali dipertemukan Tuhan.
Begitu kata pawang kepada hujan.


Dan hujan, akan datang diwaktu yang telah dipersiapkan Tuhan untuk ia kembali..,
dan hujan, akan menghampiri pawangnya.

Karena hujan dan pawang sudah dipersatukan Tuhan untuk saling beriringan.


08 Januari 2013

Ini, salah satu anologi bagaimana cara Tuhan mencinta.

Semestinya, awal mula mencinta itu, bermula dari mendengarkan.
Bukan seperti mereka banyakan yang menggunakan dengan penglihatannya.
Karena ketika penglihatan yang kau fungsikan, ketika itu juga cinta  akan menjadi tidak dalam keadilannya.

Awal mula mencinta itu, dari mendengarkan.
Seperti caranya Tuhan mencinta.
Tuhan yang mencintai setiap hambaNya tidak dari sisi penglihatanNya.
Buktinya, ketika Tuhan memberikan kebahagiaan,kesenangan, kecukupan, dan kekayaan bagi setiap manusia ciptaanNya,
tanpa melihat mana yang taat/tidak, patuh/tidak, baik/buruk.

Mencintai itu,bukan dari penglihatan,
tapi dari mendengarkan.
Begitu caranya Tuhan dalam mencinta.
22desember2012

Hujan dan Percakapan part.2


part. 2

Masih dalam keromantisan Tuhan.
Hujan.

Ini, aq ceritakan.
tapi sebelumnya, sudah pahamkan. Ketika saat kau dilahirkan
kau sudah saling beriringan. Sudah ditetapkan Tuhan.
Maka, apa yang kau takutkan pada pasangan yang tak kunjung datang?
Tenaaang, kau sudah beriringan :)

Bukan ia yang tak kunjung datang.
Tapi Tuhan sengaja ingin kau lebih banyak belajar tentang bagaimana semestinya beriringan.

Maka, kau dibiarkan untuk mengenal lebih banyak yang dipilihkan Tuhan.,
Tapi masih ingatkan,kau sudah ditetapkan akan beriringan dengan siapa semenjak kau dilahirkan.

Ia, yang dahulu merasakan.
Bagaimana rasa itu melelahkan. Bertahun hubungan yang dijalankan, ternyata tak menjanjikan.
Dan pada akhirnya, pada rotasi perputaran dan kelelahan, ia dipertemukan dengan siapa yang seharusnya
ia beriringan. Bukan perjodohan, tetapi memang ia pasangan yang telah disiapkan Tuhan.

Kelelahannya, digantikan Tuhan dengan kebahagiaan.
Kebahagiaan yang kini ia rasakan.. dan semakin ia rasakan.
karena anugerah yang diberikan Tuhan.. ;)

Selamat Feeee :)
Terima kasih untuk cerita dan masih bisa cerita disaat menahan rasa sakit dan masa pemulihan lahiran..
kecuuup buat jagoan :)